-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Wisata Malam Di Jam Gadang Menikmati Kopi, Teh Talua Dan Karupuak Mi Bakuah

Piamanexplore-Seolah tak pernah redup pesonanya bahkan saat malam hari, jalan-jalan malam mengitari Kota Bukittinggi tidak kalah serunya dibandingkan mengunjungi kota ini di siang hari.

Meski sebagian fasilitas umum tidak beroperasi, namun masih ada banyak spot menarik di Kota Bukittinggi yang bisa ditelusuri malam hari.

Selain banyak hal menarik yang hanya bisa ditemui di malam hari, suasana udara malam yang sejuk dan dingin membawa nuansa santai membuat Kota Bukittinggi semakin menarik bagi sobat yang bosan dengan aktivitas dan hendak rehat dari rutinitas kerja.

Sebagai salah satu kota destinasi wisata Sumbar yang ramai dikunjungi, Bukittinggi tidak pernah kehabisan daya tarik untuk membuat setiap orang yang mengunjunginya.

Betah berlama-lama tinggal di kota tersebut. Salah satunya adalah merasakan suasana malam Kota Bukittinggi dengan mengunjungi Pasar Kuliner.

Pasar Kuliner Bukittinggi menjadi salah satu tempat yang paling ramai dikunjungi di malam hari. 

Pasar yang siap memanjakan selera pengunjung ini terletak di Jalan Safii atau di dekat Tugu Polwan.

Orang lawas menyebut daerah itu sebagai stasiun, karena dulunya di dekat lokasi ini terdapat stasiun kereta api.

Teh talua menjadi salah satu minuman favorit di pasar yang mulai beroperasi dari jam 18.00 ini. 

Selain memiliki efek yang baik bagi kesehatan, dan dinikmati di Kota Bukittinggi yang cenderung dingin, membuat minuman ini sangat diminati oleh pengunjung.

Selain itu, teh talua merupakan salah satu minuman tradisional yang diburu oleh pengunjung dari daerah lain.

Bukan hanya teh talua, Pasar Kuliner juga menyediakan berbagai kuliner yang beragam. 

Mulai dari makanan berat, seperti nasi ampera dan aneka pecel, berbagai jenis makanan ringan atau cemilan yang kekinian.

Ragam menu yang disajikan di sana menjadikan lokasi tersebut sebagai spot yang banyak dikunjungi oleh orang.

“Lokasi ini digunakan sebagai jalan alternatif di siang hari. Ini memang dikhususkan menjadi pusat kuliner di malam hari.

Jadi pedagang ini baru akan berjualan sebelum Magrib atau sekitar jam 18.00. 

Untuk tutupnya tentu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi,” ujar Dina Putri, 36, salah seorang pedagang nasi di Pasar Kuliner.

Pedagang yang telah berjualan lebih dari enam tahun yang lalu itu menyebutkan bahwa puncak kunjungan adalah hari libur dan pada saat Lebaran.

“Pengunjung datang berbagai kota. Kalau luar provinsi kebanyakan dari Riau. Kalau dari Sumbar, asal pengunjung cukup merata,” ucapnya.

Tidak hanya Pasar Kuliner, Bukittinggi malam hari juga ramai di Lapangan Wirabraja atau yang lebih populer disebut lapangan kantin.

Lokasinya tidak terlalu jauh dari pasar kuliner, dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar lima menit.

Di siang hari, lokasi ini kerap dijadikan sebagai pusat olahraga oleh masyarakat Kota Bukittinggi. 

Kemudian saat malam hari berubah drastis, lokasi ini seolah menjadi wahana rekreasi keluarga dengan berbagai fasilitasnya.

Di lokasi ini, tersedia beragam fasilitas yang siap memanjakan pengunjung, terutama bagi keluarga. 

Di sana tersedia beragam fasilitas permainan untuk anak, mulai dari wahana mandi bola, odong-odong dan stand lukis dan mewarnai, sehingga sangat cocok untuk dikunjungi oleh keluarga.

Jika sobat datang bersama teman-teman sebaya dan menginginkan suasana yang lebih santai. sobat bisa datang ke Jalan Perintis kemerdekaan.

Lokasi ini juga tidak terlalu jauh dari pasar kuliner. Jika ditempuh dengan berjalan kaki hanya butuh waktu sekitar lima menit ke arah Jam Gadang, dan tentu saja pedagang ala angkringan ini hanya ada malam hari.

Tempat terakhir yang tentu tidak boleh dilewatkan oleh sobat Explore saat jalan-jalan malam di kota kelahiran Bung Hatta ini tentu adalah Jam Gadang.

Bangunan ikonik ini dengan warna utama putih, menjadi semakin menawan saat cahaya-cahaya lampu di sekitarnya mulai menyala.

Tidak hanya bangunan Jam Gadang, karupuak kuah, makanan yang banyak dijual oleh pedagang di sekitar Jam Gadang juga memiliki daya tarik tersendiri.

Pedagangnya sebagian besar menggunakan pakaian unik dan menjajakan makanan ini dengan gerobak yang juga unik.

“Pengunjung paling banyak tentu di hari libur,” ujar Lindawati, 43, salah seorang penjual karupuak kuah di sekitaran area Jam Gadang. 

“Pembeli bisanya mulai ramai dari sore sampai malam. Pedagang juga banyak baru mulai berjualan di sore hari,” tambahnya.

Senada dengan itu, Fauzan Hakim, 21, salah seorang pengunjung dari Kota Padang menyatakan bahwa suasana Kota Bukittinggi menjadi lebih menarik di malam hari.

“Jalan-jalan malam di Kota Bukittinggi tentu punya daya tarik tersendiri. Banyak fasilitas yang baru beroperasi di malam hari.

Semisal pasar kuliner di stasiun atau di lapangan kantin. Udara dingin dan makanan yang hangat serta suasana santai, kombinasi ini tentu lebih mudah didapatkan di malam hari,” ujarnya.

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...