-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Menghilangkan Penat Di Pemandian Aia Angek Bukik Gadang Solok Air Bening Gunung Talang

Piamanexplore-Untuk melepaskan penat dari aktivitas sehari-hari, maupun untuk sekadar menikmati keindahan alam di Kabupaten Solok, sangat tepat rasanya untuk berkunjung ke pemandian air panas.

Di Kabupaten Solok, terdapat banyak pilihan pemandian air panas. Salah satu yang cukup terkenal yakni, pemandian Aia Angek Bukik Gadang.

Dalam prosesi penyatuan tanah dan air di Titik Nol IKN Nusantara, di Kecamatan Sepaku, Kalimantan Timur, pada Maret 2022 lalu, Gubernur Sumbar Mahyeldi membawa tanah dari Pasaman, dan air dari sumber mata air di kaki Gunung Talang.

Untuk sumber air yang dibawa gubernur, merupakan air yang diambil dari sumber air Aia Angek Bukik Gadang.

Tentunya, pemilihan air yang dibawa dalam prosesi kelas nasional itu merupakan air dengan kejernihan tinggi.

Nah, kejernihan air itulah yang menjadi nilai lebih di pemandian Aia Angek Bukik Gadang tersebut.

Lokasi Aia Angek Bukik Gadang

Aia Angek Bukik Gadang berlokasi tepat di Kaki Gunung Talang, di Jorong Aia angek, Nagari Kotogadang Kotoanau, Kecamatan Lembang Jaya.

Secara lokasi memang cukup jauh dari jalan lintas Padang-Solok.

Jika dari Padang, pengunjung harus menempuh jarak lebih kurang 45 kilometer, melewati Arosuka, dan kemudian saat tiba di perempatan Nagari Talang, belok ke kanan, dan kembali menempuh perjalanan sekitar kurang lebih 6 kilometer dari jalan lintas Padang-Solok itu.

Dalam perjalanan menuju ke Aia Angek Bukik Gadang, pengunjung juga akan disuguhi pemandangan khas Solok, yang di sisi kiri maupun kanan jalan ada hamparan luas sawah, dengan latar Gunung Talang yang menjulang.

Setelah sampai di Jorong Aia angek, nanti pengunjung akan langsung menemukan gerbang masuk pemandian dan parkiran untuk mobil yang berada persis di pinggir jalan.

3 Tingkat Panas Yang Berbeda

Uniknya, disini ada 3 pilihan tempat yg terletak berdekatan, masing-masing tempat memiliki tingkat panas yang berbeda, ada yang super panas yakni di pincuran 7 tersebut.

Kemudian, panas sedang yakni di pincuran Masjid, dan panas biasa yakni di kolam renang. Uang masuk lebih murah pada siang hari yakni Rp 5 ribu, Rp 10 ribu pada malam hari.

Karena airnya yang panas, lokasi ini makin disesaki pengunjung saat malam hari. 

Terlebih, kawasan sekitar Koto anau ini secara umum, memiliki suhu relatif dingin di malam hari. 

Selain dipercaya bagus untuk kesehatan, mandi air panas juga bisa menyegarkan badan, apalagi mandi saat sore atau malam hari.

Fasilitas Yang Ada

Fasilitas yang tersedia, lahan parkir untuk kendaraan, masjid yang dekat yakni Masjid Al-Ihwan. 

Karena ini pemandian, tentu saja disediakan kamar ganti dan juga kamar bilas.

Kemudian, disana pemandian perempuan dan laki-laki juga dipisahkan.

Selan itu, bagi yang ingin menginap dan menikmati indahnya pemandangan di kaki Gunung Talang, di sana juga tersedia pondokan atau cottage dan juga dikelilingi bunga-bunga yang indah serta bisa langsung terlihat pemandangan lereng-lereng sawah yang indah.

Lalu, kepercayaan masyarakat setempat, kebanyakan orang datang ke pemandian Aia Angek Bukik Gadang bukan sekedar untuk mandi, tetapi sekaligus sebagai usaha pengobatan alternatif secara alamiah.

Terutama mereka yang telah berusia lanjut, adakalanya menginap di lokasi pemandian untuk terapi kelumpuhan, serta untuk pengobatan penyakit kulit.

Seorang pengunjung dari Kota Solok, Aditia mengatakan, pemandian Aia Angek Bukik Gadang sangat disarankan untuk dikunjungi, karena keasrian lokasi, airnya yang jernih dan air yang panas.

“Karena disini konsepnya pincuran, jadi airnya terjamin kejernihannya, dan tingkat panas airnya juga bisa dipilih sesuai kebutuhan, karena di sini ada beberapa tempat yang tingkat panasnya berbeda-beda juga,” ujarnya.

Pengunjung lainnya, Ihwal Nafis, 37, mengatakan, pemandiannya sangat nyaman, karena dirancang sedemikian rupa yang memprioritaskan kenyamanan.

Apalagi, kemurnian air juga sudah terjamin, karena dipakai warga setempat untuk minum sehari-hari dan juga untuk mengaliri sawah-sawah warga.

“Di Solok banyak pemandian air panas, tapi jika harus memilih yang paling saya suka, ya pemandian Aia Angek Bukik Gadang ini, saya suka konsep pincuran, dan menurut saya pribadi disini airnya lebih panas dibanding tempat lain,” tukasnya.

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...