-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

22 Kosakata Bahasa Minang Yang Hampir Punah Terlupakan

foto ilustrasi
Akses informasi yang dibawa teknologi tidak akan mempersulit pertukaran budaya. Termasuk di ranah Bundo Kanduang, Minangkabau. Sadar atau tidak bahasa telah mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Bahkan, beberapa kosa kata 'orang tua-tua dulu' tidak lagi dikenal anak muda. Sebagai buktinya, tahukah sobat explore beberapa arti kata kata di bawah ini, khususnya para anak muda Minangkabau.

Singantua

Ada yang masih tahu arti Singantua? Mungkin masih ada beberapa daerah dan beberapa orang yang masih menggunakan kata kata ini. Singantua adalah bagian kaki  dalam bahasa Minangkabau. Rasanya sudah jarang kata kata ini di dengar sekarang. .

Baroneang

Baroneang atau baroneng. Tak banyak yang mengenal arti kata ini? Dalam bahasa Indonesia baroneang ini diartikan yaitu pistol atau senapan. Kata kata ini sekarang hany bisa ditemui dalam cerita cerita minang yang dibawakan dalam kesenian rabab.

Cincuik

Beberapa daerah masih menggunakn istilah ini. 'Sarawa Cincuik', artinya adalah celana dalam. Istilah ini juga sudah agak langka ditemui dalam percakapan sehari hari.

Pamole/Pole

Arti kata pamole/pole ini adalah pacar. Di zaman di bawah 2000-an masih ada teman teman yang menggunakan kata kata ini. (mungkin karena daerah penulis belum ala kota). Udin Pole Mona, Bapole pole juo lai, sikola se lah nan batua dulu.

Cikminyak

Banyak na cikminyak paja ko lai. Pernah dengar ucapan seperti itu? Cikminyak secara fisik artinya ampas minyak. Namun istilah ini digunakan untuk meungkapkan kekesalan pada orang yang bawel dan banyak permintaan. Lebih tepatnya sama dengan tetek bengek. Bagi ibu ibu yang ke pasar, bawa anak " jan banyak ciminyak di pasa beko ndak nak?"

Sasuku, Ciek Tali, Saringgik

Nah maksud sasuku disini bukan satu suku (kelompok saparuik/ keturunan). Sa suku juga digunakan untuk istilah jumlah 50. Misalkan " pitih sasuku" uang Rp 50,-. Untuk kelipatan lain misalkan 150 bisa diungkapkan dengan 'tigo suku / 3 suku'. 3x50 = 150. .

Sarawabeta

Di salah satu tempat, sarawabeta merupakan kata untuk menyebut saputangan. Hmmm setelah mengelilingi beberapa daerah, ternyata langka yang menggunakan kalimat ini.

Cipia

Dahulu, piring makan disebut dengan Cipia, sekarang bahasa ini mulai dilupakan dan masyarakat Minangkabau menggantinya dengan sebutan Piriang.

Kumbuak

Pada masa sekarang ini, saya sendiri tidak pernah mendengarkan kata ini, kumbuak ini merupakan teko atau tempat air minum yang terbuat dari tembikar. Bagaimana? Apakah sobat familiar dengan bahasa ini?

Sanduak

Sanduak merupakan alat dapur yang sering digunakan untuk membuat gulai pada pesta pesta. Kata ini sudah mulai kembali digunakan karena lagu yang berhasil viral yaitu lagu Sanduak Uda Salman.

Kucabuak

Kucabuak adalah tempat/mangkok untuk mencuci tangan atau yang sering dikenal dengan kata-kata kobokan.

Mok

Mok adalah gelas besar yang terbuat dari bahan seng. Mok yang terbuat dari bahan seng inipun sekarang sudah jarang sekali yang menggunakan. Terkadang masih ada yang menggunakan sampai sat ini tapi moknya terbuat dari bahan plastik.

Pinggan

Pinggan adalah piring untuk makan yang berukuran agak besar

Tenong

Tenong merupakan piring makan yang berukuran lebih besar daripada pinggan

Pituluik

Pituluik merupakan bahasa minang yang artinya pensil, memang masih ada yang menggunakan bahasa ini, namun jumlah orang yang menggunakannya tergolong sedikit.

Tangkelek

Tangkelek merupakan sendal kayu yang banyak dipakai orang pada zaman dulu biasanya berwarna merah talinya terbuat dari karet benen atau ban. Dulu admint sendiri pernah memakainya ketika dipakai tangkelek ini berbunyi dengan khas.

kajai

Kata-kata kajai/karet sering digunakan anak-anak 10 tahun yang lalu, namun bahasa ini mulai dilupakan karena anak-anak mulai berfokus kepada gadget. Sebelum ada gadged anak-anak selalu bermain kajai, biasanya bermain pada sore hari maupun malam hari, kajai ini sering juga dimainkan anak-anak pada saat keluar main pada waktu sekolah.

Cangok

Cangok merupakan kata sindiran pada orang yang rakus, kata-kata ini masih banyak digunakan saat sekarang

Turiak

Kata-kata turiak digunakan kepada orang yang tuli

Kuhua

Kata-kata kuhua digunakan kepada orang yang sakit batuk

Kumbu

Kumbu adalah sebutan untuk sakit perut tapi sekarang orang minang lebih sering mengatakan sakik paruik.

Canggu

Canggu biasanya sebutan untuk orang yang terkena sakit gula, biasanya bagian tubuh rusak dimakan canggu.

Inilah beberapa bahasa minang yang sudah jarang dipakai zaman sekarang. Sebenarnya masih banyak lagi bahasa minang yang sudah jarang sekali dipakai dalam kehidupan sehari-hari seperti panau, panau sebutan nama penyakit panu. Kurok, kurok merupakan nama penyakit kurap. Oleh karena itu marilah kita orang minang selalu membudayakan bahasa minang yang sudah jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


#piamanexplore.com   

 

Share This Article :
1745663973787222366

Mengapa Rakyat Minang Menolak Bayar Pajak: Sebuah Perspektif Budaya Dan Sosial

foto harian singgalang Piamanexplore- Dalam sejarah,aksi menolak bayar pajak pernah terjadi di Sumatra Barat. Pada 1908,rakyat Minang menent...