-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Dulu Lapau Media Penyebar Informasi Paling Ampuh Di Piaman

Lapau tingga
Sumber: Fb Muhamad HaiQal

Piaman adalah daerah yang unik menurut saya, banyak hal yang berbeda dari daerah lain yang berada di bawah naungan kerajaan Minangkabau tempo dulu, dari segi bahasa, karakter serta sosiokultur nya, semuanya hampir berbeda. Terutama cara masyarakat piaman bersosial berinteraksi dengan sesama masyarakat, yang sekarang sudah banyak beralih ke dunia maya, ini juga membuktikan sosial orang piaman juga mengikuti zaman.

Di zaman yang sudah canggih ini, kita dilengkapi dengan media yang di namakan internet, kita bisa tersambung dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun di dunia ini. Aplikasi yang paling trend bagi masyarakat piaman adalah facebook. Aplikasi ini menawarkan banyak fitur, berdagang, reunian, membicarakan masalah politik, ekonomi, agama sampai mencari jodoh pun bisa di lakukan di aplikasi facebook ini, dunia memang canggih.

Piaman yang kita katakan mengikuti zaman tadi sebenarnya jauh sebelum facebook ada sudah memiliki media untuk melakukan semua aktifitas yang dilakukan oleh facebook ini, tentu dengan kecanggihannya tersendiri. Apa nama media yang bisa menandingi facebook yang sangat canggih itu? Nama medianya adalah LAPAU.

Lapau adalah nama lain dari warung dalam bahasa minang warung di namakan lapau. Khusus dipiaman lapau memiliki ke sakralan tersendiri, dimana lapau bukan saja tempat berbelanja, makan dan minum saja, namun lapau adalah tempat dimana semua informasi boleh disampaikan. Dilapau juga akan ada yang menjadi pembahas dari info yang di sampaikan, hampir seperti panelis di dalam acara diskusi. Imajinasi liar dapat disampaikan apapun itu.

Sampai isi kamar pengantin baru pun bisa dijadikan bahasan sengit di lapau. Oleh sebab itu ada sebuah aturan tak tertulis di piaman apabila ingin mencalonkan diri dan ingin di kenal orang banyak, jangan alergi dengan lapau. Atau seorang pejabat ingin mensosialisasikan sebuah aturan maka yang paling mudah adalah sering-sering lah ke lapau. Atau sebuah instansi ingin tau kelemahan dan kekurangan dari instansinya bahas lah di lapau, akan banyak sekali masukan dan kritikan dari instansinya. Tak perlu konsultan mahal, cukup konsultan kelas lapau saja. Kelar semua masalah.

Lapau sebagai media penyebar informasi di piaman tentu memiliki aturan sama halnya dengan facebook walau aturannya tak tertulis, sebagai orang minang lapau tetap menerapkan etika orang minang yang mengedepankan sopan santun, salah satu aturannya tersebut adalah tak boleh membicarakan aib sendiri di lapau, falsafah minang mengatakan bak mancabiak baju di dado, aturan lainnya adalah tak boleh mandabiak dado atau menyombongkan diri alias menepuk dada jika kita melanggar aturan ini akan menjadi bahan olok-olok oleh para pendengar, kalau bahasa sekarangnya akan menjadi bahan bullyan. Bagaimana? aturannya sama dengan facebook bukan?

Tapi kekinian lapau yang terbuka ini sudah sama pula dengan facebook, aturan tadi sudah dilupakan atau sengaja dilupakan, lapau sekarang menjadi ajang menyebar aib dan menyombongkan diri. Banyak kita lihat sekarang lapau menjadi ajang mempertontonkan aibnya seolah itu tak akan mempengaruhi etika sosial, dan lapau sekarang sudah menjadi ajang menyombongkan diri dengan menceritakan kekayaan serta apa yang telah diperbuat.

Dalam hal ini penulis menemui langsung beberapa orang yang melanggar aturan ini, mereka sengaja menceritakan apa yang ia lakukan kepada pendengar lapau agar didengar dan dinilai hebat serta dengan memperlihatkan keangkuhan bahwa ia adalah orang yang paling benar. Hal ini bertentangan dengan etika lapau itu sendiri.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah apabila ingin menjadi pembicara di forum lapau kita harus mengingat etika lapau yang mengedepankan adab sebagai orang minang.

Disisi lain mencegah seseorang memposting sesuatu di facebook tapi mengumbar masalah di lapau adalah hal yang sama dan tak dapat di maafkan. Jika kita mencegah seseorang kita harus mencegah diri sendiri terlebih dahulu karena malu bukan milik kita sendiri tapi juga milik orang banyak.

lapau tempo dulu di payakumbuh
 

#Piamanexplore.com                                   

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...