-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Lapek sipuluik/lepat pulut si lengket yang enak

 Lapek sipuluik/lepat pulut

lepat pulut hitam

Lapek sipuluik atau lepat pulut di pariaman memiliki arti penting, terutama pada acara “maanta tando” maanta tando atau meminang adalah salah satu prosesi adat yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan upacara pernikahan, yakni pihak perempuan menjambangi kediaman pihak pria dengan membawa buah tangan atau panganan salah satunya adalah lapek sipuluik (lepat pulut atau ketan).

Lapek dibuat dari campuran beras ketan hitam atau putih memiliki bentuk yang unik. Bagian dalam atau intinya terdiri dari parutan kelapa muda yang dimasak bersama gula, garam, dan pandan, sambil diaduk rata.

Untuk membungkus intinya inilah digunakan beras ketan hitam dan putih yang ditambahkan santan murni dan garam. Adonan ketan dan santan, serta intinya tadi dibulatkan diatas daun, kemudian disiram pati santan setelah itu di bungkus dengan daun dan di kukus sampai masak.

Mencicipi lapek puluik ini membuat lidah bergoyang rasanya yang legit seakan menjadi “tando” perekat hubungan kedua mempelai dalam prosesi lamaran. Lapek puluik ini dibuat tidak hanya untuk keperluan “maanta tando” juga sebagai cemilan harian dan oleh oleh khas dari Piaman.


 

#piaman aja  

 

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...