-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Keliling Dunia Versi Miniatur di The World Landmark Merapi Park Yokyakarta

lanscape marapi park

Berkeliling dunia dan mengabadikan momen berfoto dengan lambang negara di luar negeri menjadi kenangan tersendiri bagi banyak orang. Akan tetapi, biayanya yang besar menyebabkan banyak orang belum bisa mewujudkannya. Jika tetap ingin pergi, namun budgetnya terbatas, pelancong bisa mengunjungi The World Landmarks Merapi Park Yogyakarta. Di bawah ini, penjelasan lengkapnya:

Lokasi Wisata, Jam Operasional dan Tiket Masuk

Berada di seputaran Kaliurang, pengunjung dapat menikmati keindahan pemandangan ditambah dengan udara yang sejuk. Untuk memudahkan pengunjung saat berwisata, sediakan kamera, payung topi, dan air minum. Dengan titik keberangkatan di pusat kota Yogyakarta, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi dalam waktu tempuh tiga puluh menit.

Memiliki lokasi di Kawasan Jalan Kaliurang Kilometer 25, Lingkungan Banteng, Kelurahan Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman. Daerah ini mudah dijangkau dengan peta online seperti Google Map. Pengunjung bisa mendatangi The World Landmarks Merapi Park Yogyakarta pada pukul delapan pagi hingga pukul lima sore.

Untuk masuk ke dalam tempat wisata, pengunjung cukup mengeluarkan dana lima belas ribu rupiah per orang. Dengan nominal tersebut, pengguna bisa melakukan berbagai aktivitas seperti berfoto di Landmark Dunia yang tersedia. Selain itu, ada permainan satwa dan jemparingan yang dapat diikuti. Jika memiliki pertanyaan tentang wisata ini, kontak narahubung 087700799000.

Landmark yang Dapat Ditemukan

Setiap negara memiliki daya tarik wisata tersendiri yang menjadi ciri khas negara tersebut. Ciri khas tersebut hadir di Landmark ini dan dibuat layaknya miniatur mirip bangunan-bangunan megah tersebut. Di antara landmark tersebut ialah Taman Bunga Tulip, kincir angin Belanda, Colosseum Roma, Menara Eiffel dari Paris, juga Jam Big Ben London.

Bagian bangunan besar tersebut ditiru dekorasi luarnya dan diperkecil sehingga dapat berkumpul dalam satu taman. Selain itu, ada deretan bunga yang memisahkan lokasi landmark negara satu dengan lainnya. Ketika akan memasuki area wisata, pengunjung sudah disambut dengan Brandenburg Gate Berlin yang menjadi ciri khas negara Jerman. Tak ketinggalan, ada juga lambang negara Italia, yaitu Menara Pisa.

Selanjutnya, ada Pagoda Spot yang dihiasi dengan bunga sakura meski menjadi ciri khas kota New York. Kemudian, ada lambang Love Sculpture dari tokoh kartun terkenal yaitu Masha and The Bear. Ditambah lagi, kotak telepon umum dan kotak pos dari London bikin lebih terasa sedang di luar negeri.

Tak ketinggalan, Burj Khalifa yang menjadi lambang kota Dubai, bertengger sebagai miniatur di Merapi Park ini. Ada juga miniatur Patung Liberty yang melambangkan kebebasan di Amerika Serikat. Agar semakin lengkap, Merapi Park ini dilengkapi dengan spot foto bunga berbentuk hati dan air mancur. Pengunjung juga bisa bebas berfoto dimanapun dengan leluasa.

Fasilitas Penunjang

Sebagai pemberhentian wisata, The World Landmarks Merapi Park Yogyakarta dilengkapi fasilitas penunjang lainnya. Fasilitas tersebut seperti halaman parkir, mushola bagi muslim, kamar kecil, tempat istirahat, kursi roda bagi penyandang disabilitas, minimarket, kafe, dan gazebo. Fasilitas-fasilitas tersebut juga nyaman dan rapi, sehingga pengunjung dibuat betah. Pengunjung juga tidak perlu mengkhawatirkan aktivitas wisatanya akan terganggu.

Demikian itu penjelasan tentang wisata The World Landmarks Merapi Park Yogyakarta yang sayang untuk dilewatkan. Membuat taman bukan perkara mudah, jadi pengunjung diharapkan tidak mengotori taman dan merusak miniatur yang merupakan daya tarik daerah wisata ini.

foto jogjaday.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rasakan sensasi liburan ke luar negeri dengan mengunjungi tempat ini.

 

 

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...