-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Menyusuri Keindahan Lanskap Sekitar Mesjid Darussalam Koto Baru Padang Panjang

Piamanexplore-Mesjid Jami’ Darussalam koto baru merupakan mesjid yang terletak di jalan padang panjang bukit tinggi tepat nya di koto baru. 

Ketika sobat memasuki area mesjid Darussalam, mata anda akan tertuju pada kolam ikan yang berada di depannya.

Kolam ini dihiasi oleh berbagai jenis ikan terutama ikan emas yang memberi sensasi yang menyenangkan untuk menikmati waktu senggang sambil menikmati panorama hijau sekitar.

Bila bepergian ke Bukittinggi masjid ini akan terlihat dengan tiga kubah besar berwarna kemerahan dan menariknya memiliki panorama yang menakjubkan dengan latar Gunung Singgalang.

Mesjid ini merupakan mesjid tua yang memiliki nilai history. Arsitekturnya yang unik, di kelilingi oleh kolam ikan.

Dengan suhu yang sejuk dan dingin, menyebabkan tempat ini ramai di singgahi oleh musafir yang lagi dalam perjalanan menuju kota Bukittinggi maupun sebaliknya.

Kolam yang menghisasi mesjid ini terdapat berbagai macam ikan yang banyak sekali didalamnya didominasi ikan emas.

Jika jemaah mesjid atau pengunjung ingin melihat ikan berkumpul terlihat banyak sekali jamaah atau pengunjung silahkan memberi makan ikan dengan pelet yang sudah disediakan oleh pengurus mesjid.

Pelet nya sudah di bungkus sedemikian rupa nah perbungkusnya itu kita di sarankan bersedekah Rp5.000 di kotak sedekah mesjid yang sudah disediakan.

Generasi muda yang hobi mendaki gunung banyak juga diantara mereka setelah mendaki gunung marapi untuk melepaskan lelah dan sholat di sini.

Air mesjid  yang bersih dan dingin sejuk merupakan daya tarik tersendiri bagi mesjid jami Darussalam ini.

Ada satu bangunan bersejarah juga yang terdapat di sisi kiri mesjid yaitu bangunan yang menyerupai rumah gadang, dimana terdapat ornamen ukiran yang unik khas Minangkabau.

Dan terdapat sebuah tabuah (dalam bahasa minang) atau bedug untuk memanggil orang sholat setiap waktunya atau di tabuh pada waktu idul fitri atau idul adha.

Seiring berjalannya waktu, fungsi dari tabuah ini, tidak lagi berjalan dan bangunan ini seakan diabaikan.

Sayang juga bangunan yang memiliki nilai estetika ini dibiarkan, dan tidak ada tabuhnya, cuma sisa tempat tabuhnya yang ada.

Alangkah indahnya bila bangunan ini di benahi, karena akan menjadi daya tarik tersendiri ketika orang menyinggahi mesjid ini.

karena letaknya yang tepat di pinggir jalan raya padang-bukittinggi semoga ini menjadi perhatian dan tidak hilang nilai sejarahnya tergerus waktu.

Masjid yang dibangun sejak tahun 1990an ini memiliki luas 5.400 meter persegi dan dapat menampung jemaah lebih dari 500 orang.

Suasana masjid sangat sejuk, terdapat kolam-kolam yang luas, balai adat dengan gonjong dan ukiran khas Minangkabau.

Selain menjadi tempat ibadah dan belajar agama, masjid ini juga menjadi spot foto yang sangat menarik. #PiamanExplore.com

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...