-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Glamping Mewah Di Teluk Sirih Dengan Rp10.000 Sobat Bisa Masuk Nikmati Suasana Alam Bukit Dan Pantai

foto Nara Damendra
Piamanexplore.com-Menikmati hamparan pantai yang bersih dan laut yang biru ditambah lahan hijau yang masih asri menjadi salah satu pilihan utama masyarakat berlibur dan berkemah ke kawasan Glamping Teluk Sirih Resort.

Glamping ini merupakan kawasan wisata yang memiliki suasana ganda, karena di sana selain kita bisa merasakan suasana gunung kita bisa langsung merasakan suasana pantai.

Terletak di Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, kawasan Glamping Teluk Sirih menyimpan suasana yang dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat.

Tidak hanya oleh orang yang menyukai pantai tetapi juga bisa dinikmati oleh orang yang menyukai gunung. 

Hamparan lapangan yang hijau ditambah udara yang sangat segar menambah keseruan berwisata dan menjadi daya pikat bagi para pengunjung untuk berkemah.

Selain itu, berkemah di Glamping ini sekaligus bisa merasakan indahnya pasir pantai dan laut yang luas. Dengan segala keindahan yang ada di Glamping Teluk Sirih Resort, tempat wisata ini juga cukup memanjakan dompet. 

Hanya dengan Rp10.000 kita bisa masuk dan menikmati semua keindahan yang ada di Glamping.

Sedangkan untuk menginap kita hanya perlu mengeluarkan budget Rp1.000.000 sudah bisa mendapatkan satu penginapan yang dilengkapi dengan AC. 

Penginapan yang ada di Glamping dapat menampung sampai enam orang.

Pemilik Glamping sangat menjaga keasrian kawasan wisata Glamping dan kenyamanan pengunjung karena lokasi tersebut tidak hanya memiliki lahan hijau yang indah dan pasir pantai yang bersih tetapi juga memiliki view yang bagus untuk berswafoto.

Jimmi, marketing Wisata Glamping Teluk Sirih Resort mengatakan “pembangunan wisata Glamping mulai tahun 2019 tapi sempat terhenti karena Covid-19. Awal 2021 baru kembali dilanjutkan.”

Jimmi menyebutkan, “mayoritas pengunjung glamping yang nginap adalah dari Riau. Kalau untuk wisata harian dari Sumbar. Untuk per hari pengunjung yang ada di Glamping mencapai ratusan apalagi di waktu libur.”

“Kalau untuk wisata harian saat libur bisa mencapai seratus lebih kalau di hari biasa mencapai 40 sampai 50 karena memang kita batasi. Sedangkan untuk pengunjung yang nginap kalau hari libur selalu penuh, namun di hari biasa nggak tapi konsisten selalu berisi,” ucapnya.

Kawasan Glamping ini dijaga 13 orang pengawas yang selalu berada di lokasi wisata. Jadi apapun kebutuhan pengunjung yang berkemah maupun pengunjung harian di Glamping langsung dilayani oleh mereka.

Selain hamparan hijau yang luas, pasir pantai yang bersih dan beberapa fasilitas pendukung seperti beberapa tempat penginapan, mushala, restoran, dan cafe, di sini juga memiliki jalur untuk hiking ke atas bukit dan pantai yang tergolong aman.

“Kalau untuk pantai kita ini tergolong aman dan untuk anak-anak kalau sedang pasang tinggi palingan kalau jauh di tengah paling tinggi itu cuma sepinggang,” sampainya.

Sarah Nabila salah seorang pengunjung mengakui pantai Glamping lebih menyenangkan dan memiliki pemandangan yang indah.

“Enak banget, seru. Pantai disini lebih bersih, warna pasirnya lebih bagus dan pantainya itu seperti privat gitu jadi ngga terlalu terganggu dengan yang lain, dan lebih leluasa menikmati pantai,” ungkapnya.

Ia mengakui harga yang ditawarkan dengan seluruh fasilitas yang diberikan sudah cukup sesuai. 

“Kalau dilihat dari besarnya lokasi dan semua fasilitas dengan harga segitu sangat sesuai, kita hanya disini bawa badan, makannya ada disini. Di sini kalau nginap untuk makan pagi dikasih oleh mereka,” ujarnya.

Tarif Glamping Teluk Sirih

Tarif Masuk

Dewasa Rp10.000 dan anak-anak Rp5.000

Tarif Parkir 

Bus Rp25.000, mobil Rp10.000 dan motor Rp5.000

Tarif Kolam Renang

dewasa Rp30.000 dan anak-anak 20.000

Tarif Palanta 

Gazebo biasa Rp100.000 hingga Rp150.000 

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...