-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Benarkah Di Pariaman Mengkonsumsi Ikan Rutiang Di Percaya Dapat Menyembuhkan Setelah Melahirkan Operasi Caesar

Piamanexplore-Di Pariaman siapa yang tidak kenal lauak rutiang, di Minang lauak berarti ikan sedangkan rutiang di pariaman berarti ikan gabus.

Lauak rutiang biasa hidup di sungai, di rawa dan di sawah-sawah yang sudah lama di tinggalkan oleh pemiliknya tentunya sawah yang masih memiliki cukup air.

Masyarakat pariaman kususnya kabupaten padang pariaman sangat percaya bahwa lauak rutiang dapat membantu menyembuhkan luka seorang ibu yang habis melahirkan setelah operasi caesar.              

Ikan Rutiang Menurut Wikipedia

Diketahui bahwa ikan ini sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting. Albumin diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka.

Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicobakan untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit.

Di pariaman ikan ini tergolong mahal, minggu kemarin admin tanya kepada seorang pedagang ikan di pasar sungai limau romi namanya ikan ini 1 kg berharga 70-80 ribu rupiah.

Ada seorang ibu-ibu pembeli ikan dipasar sungai limau mengatakan “anaknya yang sehabis operasi melahirkan mengkonsumsi ikan ini 2 kg per minggu.

Ibu ini percaya bahwa ikan gabus dapat menyembuhkan/memulihkan dengan cepat luka jahitan sehabis operasi dengan cara mengkonsumsi ikan gabus dengan cara di rebus” katanya.

Mengenal Ikan Gabus

Ikan darat yang cukup besar, dapat tumbuh hingga mencapai panjang 1m. Berkepala besar agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead), dengan sisik-sisik besar di atas kepala.

Tubuh bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya.

Sirip punggung dan sirip ekor ikan gabus biasanya cukup besar, memberikan kekuatan dan kecepatan saat berenang.

Sisi atas tubuh—dari kepala hingga ke ekor—berwarna gelap, hitam kecokelatan atau kehijauan. 

Sisi bawah tubuh putih, mulai dagu ke belakang. Sisi samping bercoret-coret tebal (striata, bercoret-coret) yang agak kabur. Warna ini sering kali menyerupai lingkungan sekitarnya.

Mata ikan gabus terletak di posisi atas kepala, memberikan pandangan yang baik ke arah permukaan air.

Mereka juga memiliki mulut yang lebar dan dilengkapi dengan gigi yang tajam, menandakan bahwa mereka adalah pemakan daging.

Gulai Ikan Rutiang Di Pariaman

Di padang pariaman tepatnya di daerah katapiang ada rumah makan yang menunya kusus gulai ikan rutiang, ortu saya sering makan kesana beliau sangat menyukainya.

Sedangkan di kota pariaman Bagi sobat penyuka masakan olahan goreng ikan puyu dan gulai ikan gabus "rutiang" di Kota Pariaman, sekarang anda tidak perlu masak sendiri atau makan di tempat yang jauh.

Kini di Kota Pariaman telah hadir rumah makan baru dengan menu spesifik gulai ikan gabus dan goreng ikan puyu.

Rumah makan spesifik olahan ikan puyu dan ikan rutiang tersebut, diberi merek Rumah Makan "Apak Tu", oleh sang pemilik.

Rumah makan tersebut terletak di Jalan M. Yamin, Kota Pariaman yang berjarak sekitar 100 meter dari RSUD Pariaman.

Harga gulai ikan gabus dan goreng ikan puyu murah meriah. Untuk menikmati gurihnya gulai ikan gabus dan goreng ikan puyu tersebut, sobat cukup merogoh kocek Rp 15 ribu saja per porsinya.

 

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...