-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Lobang Jepang Gunung Pangilun, Wisata Baru Sejarah di Tengah Kota Padang

Piamanexplore.com-Kota Padang punya daya tarik tersendiri. Di tengah Kota Padang terdapat bukit yang menjulang. Warga Padang menyebutnya dengan Gunung Pangilun.

Bukit yang disebut gunung itu hanya berketinggian 70 mdpl. Namun di sini terdapat peninggalan Jepang. 

Lobang pertahanan yang dibangun tentara Jepang saat Perang Dunia II silam.

Menariknya, warga sekitar tetap melestarikan lobang Jepang ini menjadi objek wisata. Lobang Jepang dibersihkan. 

Jalan menuju lobang pun dicor beton. Bahkan warga sekitar membangun gapura dengan ornamen Jepang di pintu masuk lubang tersebut. 

Kepedulian warga menjadikan Gunung Pangilun sebagai objek wisata mendapat perhatian dari Kepala Bappeda Kota Padang, Yenni Yuliza.

Karena menurutnya, wisata Lobang Jepang merupakan salah satu objek wisata di tengah kota. Serta memiliki nilai sejarah dan edukasi.

"Tentunya kita beri apresiasi kepada camat Nanggalo dan warga sekitar yang telah mewujudkan program unggulan ke sebelas Pemko Padang, menjadikan kampung tematik sebagai destinasi wisata baru di Kota Padang," tutur Kepala Bappeda Padang, Yenni Yuliza, Senin (23/1/2023).

Kepala Bappeda berharap ke depannya objek wisata Lobang Jepang ini dapat dikembangkan lagi. Menjadi objek wisata yang menjanjikan dan dikunjungi banyak orang.

"Kita berharap dukungan seluruh stakeholder agar objek wisata sejarah ini dikunjungi wisatawan," harapnya.

Seperti diketahui, kawasan Lobang Jepang Gunung Pangilun (Japanese Coastal Fortress) ini telah masuk daftar kawasan cagar budaya dengan nomor inventaris 80/BCB-TB/A/01/2013.

Hasil Laporan Cagar Budaya Tidak Bergerak Kota Padang Tahun 2018 yang dirilis oleh BPCB Sumbar menyebutkan

“Kawasan Pertahanan Jepang Gunung Pangilun ini merupakan salah satu bukti peninggalan bangunan pertahanan masa pendudukan Jepang di perbukitan atau pedalaman Sumatera Barat pada era Perang Dunia II, khususnya sekitar tahun 1942-1945”.

Kawasan Lobang Jepang ini memiliki benteng pertahanan yang kompleks. Terdiri dari lobang tanah dan terowongan, pillbox, bunker, battery berbentuk lingkaran.

Bangunan yang diduga menjadi hunian. Dari laporan BPCB Sumbar menemukan empat lubang plus terowongan, dua bungker, dan satu battery.

Dari atas Gunung Pangilun ini dapat terlihat jelas Kota Padang secara keseluruhan.

Secara umum bangunan pertahanan di kawasan ini didominasi oleh lobang pertahanan dan tempat perlindungan.

Berdasarkan keterangan masyarakat, lubang-lubang ini memiliki keterkaitan atau terhubung satu sama lainnya serta menghubungkan antara garis depan dan garis belakang.

Saat ini salah satu lokasi yang menjadi cagar budaya tersebut juga sudah disulap menjadi taman tematik yang berada di RT 01 RW 03, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo.

Taman tematik tersebut memiliki luas lebih kurang 210 meter dan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti tempat duduk, tempat refleksi, taman bunga dan fasilitas lainnya. (info berbagai sumber)

 

Share This Article :
1745663973787222366

Tragedi Besar Kecelakaan Kereta di Minang 1944 Dan Kebaikan Rahmah El Yunusiyah

Piamanexplore -Tragedi kecelakaan kereta api di Lembah Anai pada 25 Desember 1944 ialah tragedi kecelakaan yang terparah di Indonesia pada z...