-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Kisah Inspiratif Umar bin Abdul Aziz dan Lampu Istana

Piamanexplore-Umar bin Abdul Aziz merupakan khalifah kedelapan dari 14 khalifah yang memimpin Bani Umayyah.

Ia dikenal sebagai pemimpin yang sangat menentang tindak korupsi sehingga menjadi salah satu khalifah dengan kepemimpinan terbaik dari Bani Umayyah.

Biografi singkat

Umar bin Abdul Aziz merupakan cicit dari Umar bin Khattab. Ayahnya adalah Abdul Aziz bin Marwan, salah seorang dari gubernur Klan Umayah.

Banyak ahli sejarah mengungkapkan bahwa Umar bin Abdul Aziz lahir di di Hulwan, sebuah desa di Mesir, tahun 61 H atau sekitar 681 M.

Umar bin abdul Aziz memang besar di lingkungan istana, tetapi ayahnya tetap mengirimkannya untuk berguru pada para pemuka agama, ahli fikih, dan ulama.

Pada tahun 86 H, Khalifah Al-Walid mengangkat Umar bin abdul Aziz sebagai Gubernur Madinah.

Namun, pada tahun 93 H Khalifah Al-Walid memberhentikannya karena kebijakan Umar tidak sejalan dengan kebijakannya.

Al-Walid juga berusaha mencopot kedudukan saudaranya, Sulaiman bin Abdul Malik, dari posisi Putra Mahkota, tapi tidak berhasil.

Setelah Sulaiman bin Abdul Malik meninggal, Umar bin Abdul Aziz dibaiat  menjadi khalifah, sebagaimana telah diwasiatkan. Awalnya ia menolak, tetapi orang-orang tetap memilihnya sebagai khalifah.

Masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz hanya berlangsung sekitar dua setengah tahun, tapi tetap banyak pencapaian membanggakan yang diraihnya, antara lain:

Selalu melibatkan para ulama besar ketika membuat program kerja, mengumpulkan sejumlah hadits dan kemudian dipilah antara hadits yang shahih dan palsu, dan memperluas wilayah dengan metode dakwah serta penekanan amar ma'ruf nahi munkar.

Memindahkan sekolah kedokteran dari Iskandariyah (Mesir) ke Antioke dan Harran (Turki).

Memecat para gubernur yang tidak melaksanakan perintah agama dan senang menzalimi rakyatnya.

Menurunkan pajak sehingga rakyat tidak terbebani, menerapkan aturan lebih adil terkait pelaksanaan timbangan dan takaran; memberdayakan lahan pertanian; serta memprioritaskan fakir miskin dan anak yatim.

Kisah menarik terkait lampu istana

Dikisahkan bahwa suatu ketika, ia harus menyelesaikan tugas di ruang kerjanya hingga larut malam. Tiba-tiba, putranya mengetuk pintu ruangan dan meminta izin masuk. Umar pun mempersilakannya untuk mendekat.

“Ada apa putraku datang ke sini?” tanya Umar, “Apa untuk urusan keluarga kita atau negara?” Urusan keluarga, Ayah,” jawab sang anak.

Kontan saja Umar bin Abdul Aziz meniup lampu penerang di atas mejanya, sehingga seisi ruangan gelap gulita.

“Mengapa Ayah melakukan ini?” tanya putranya itu keheranan. “Anakku, lampu itu ayah pakai untuk bekerja sebagai pejabat negara.

Minta untuk menghidupkan lampu itu dibeli dengan uang negara, sedangkan engkau datang ke sini akan membahas urusan keluarga kita,” ujarnya.

Dia lantas memanggil pembantu pribadinya untuk mengambil lampu dari luar dan menyalakannya. Sekarang, lampu yang kepunyaan keluarga kita telah dinyalakan.

“Minyak untuk menyalakannya dibeli dari uang kita sendiri. Silakan lanjutkan maksud kedatanganmu,” kata sosok berjulukan Khulafa ar-Rasyidin kelima itu lagi.

Demikianlah, teladan Umar bin Abdul Aziz mencontohkan perilaku untuk menutup celah korupsi.

Bila para pemimpin sudah mengikuti sungguh-sungguh teladan Rasulullah SAW dan para sahabat serta generasi tabiit tabiin maka rakyat di bawah pun akan tergerak untuk memelihara norma-norma agama khususnya tidak menikmati apa yang bukan haknya.

Sumber #AMNM #fiisabilillah

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...