-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Menikmati Gulai Asam Padeh Dagiang Di Lereng Bukit

Selain kaya akan keragaman budaya, sumatera barat juga terkenal dengan aneka kuliner yang sudah terkenal dengan kelezatannya. Salah satunya dengan gulai asam padeh ujuang-ujuang. Mendengar nya saja sudah pasti membuat penasaran untuk mencicipi nya.

Gulai asam padeh ujuang-ujuang merupakan kuliner khas minangkabau yang berbahan dasar daging yaitu di olah dari daging sengkel atau daging betis sapi dimasak dengan aneka bumbu dan diolah secara tradisional.

Rumah makan mus salah satu rumah makan di sumbar yang menyajikan gulai asam padeh ujuang-ujuang. Rumah makan ini berlokasi di nagari sikabu-kabu tanjuang haro padang panjang kecamatan luak kabupaten limah puluh kota.

Pemilik rumah makan mus menjelaskan untuk mendapatkan asam padeh ujuang-ujuang  yang nikmat butuh waktu sekitar 3 jam memasaknya. Daging untuk masaknya daging pilihan tepat pada bagian daging urat paha sapi. Untuk satu ekor sapi biasanya hanya bisa mendapatkan 5 kg daging katanya.

Setelah daging dibersihkan di tumis sejumlah bumbu-bumbu mulai dari lengkuas, cabai merah, bawang merah, bawang putih dan jahe. Setelah di tumis kemudian masukan air hingga mendidih lalu dimasukkan daging ujuang-ujuang hingga matang. Sebelum matang dimasukkan asam kandis agar bertambah nikmatnya.

Utnuk mencicipi satu potong asam padeh dagiang ujuang-ujuang dibanderol seharga Rp 15.000 per potongnya. Namun jika dibungkus dengan nasi pemilik rumah makan menjual seharga Rp 18.000 perbungkusnya.

Makan asam padeh daging ujuang ujuang menjadi nikmat karena rumah makan mus berada di lereng perbukitan dan rumah makan terbuat dari kayu.

Selain asam padeh ujuang-ujuang juga ada sambal ikan lainnya. Mulai dari singgang ikan, dendeng lambok, ayam lado hijau, samba lado tanak, gulai cipuik, dadar talua dan dendeng.

 #Kulinerminang

 

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...