-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Mengenali Bakat Anak, Peran Orang Tua Mengenali Potensi Bakat Anak

Mengenali bakat anak juga merupakan salah satu dari tanggung jawab orang tua untuk bisa mengembangkan potensi buah hatinya. Setiap anak unik, mereka punya karakter yang berbeda. Orang tua akan terbantu bila sejak sedini mungkin bisa menggali dan mengenali potensi dan bakat pada diri anak-anaknya. Demikian pula sebaliknya, anak bisa menggali bakat serta potensi yang dimilikinya jika mendapat dorongan dan bimbingan dari orang tuanya.

Peran orang tua dalam mengenali potensi bakat anak dapat dilakukan dalam beberapa cara. Jika orang tua dapat mengenalinya lebih cepat, dapat langsung mengarahkan dan membimbing agar minat dan bakat tersebut bisa berkembang. Tentu saja orang tua harus jeli dan sabar dalam memperhatikan dan mengembangkan potensi yang dimiliki anak-anaknya.

Sebenarnya terdapat perbedaan antara bakat dan minat. Dimana minat adalah suatu kondisi ketika anak menyukai sesuatu, tetapi belum tentu memiliki kemampuan. Misalnya menyukai seni musik dan segala hal yang berkaitan dengannya, akan tetapi belum tentu bisa bernyanyi. Sedangkan bakat adalah suatu kemampuan ataupun kompetensi yang dimiliki dalam suatu hal.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam hal mengetahui bakat anak sejak kecil diantaranya: mengamati bakat dalam keluarga besar. Amati pola bakat yang ada di masing-masing keluarga besar,baik yang berasal dari Ayah maupun Ibu. Misalnya, orang tua yang memiliki potensi dan bakat di bidang musik, kemungkinan, bakat tersebut turun pada anaknya. Proses menemukan bakat pada anak tak perlu dengan cara banyak les atau kursus, apalagi jika anak sama sekali tidak berminat. Sebab hal tersebut akan membuang waktu dan tenaga. Penggalian potensi harus sejalan dengan minat serta bakat anak. Jika anak menikmati, bakat dan potensi kecerdasannya pun akan muncul.

Bakat anak juga bisa di pupuk dengan memberikan perhatian, seperti memberikan sarana, prasarana, serta meluangkan waktu mendampingi anak latihan, mengikutkan anak berbagai lomba dan sebagainya. Buatlah suasana yang mendukung anak untuk mewujudkan bakatnya sehingga bisa berkembang dengan baik.

Untuk mencuatkan bakat, perlu komitmen dan kesungguhan dalam menjalaninya. Sebab, proses dari potensi dan minat mewujud jadi bakat itu perlu waktu dan latihan. Lakukan latihan secara konsisten, karena untuk teraktualisasi menjadi bakat butuh stimulasi yang tetap dan terus menerus membentuk kebiasaan. Ibarat tanaman, perlu pupuk dan disiram serta dirawat dan diperhatikan.

Hal penting yang perlu diperhatikan, pengembangan bakat terutama bakat anak dari dini bukanlah hal yang instan, melainkan memerlukan proses yang tidak pendek. Makin sering dalam melakukan berbagai macam latihan, mengikuti lomba atau pun turut langsung dalam berkompetisi, maka potensi serta bakat akan makin teruji dan terasah dan bakat itu makin muncul.


semoga bermanfaat


Share This Article :
1745663973787222366

Rohana Kuddus Srikandi Islam Wanita Minang Sahabat Pena R.A Kartini

Piamanexplore- Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati hari Kartini. Mengapa Kartini yang lebih dikenang padahal banyak perem...