-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Menolak Visualisasi Sosok Nabi

Bagi umat Islam, Nabi Muhammad SAW adalah sosok suci yang di agungkan. Dia tidak boleh di visualisasikan dalam bentuk apapun. Sebab, bukan tidak mungkin visualisasi sosok Nabi akan menjerumuskan muslim kedalam pemberhalaan. Nabi SAW sendiri menyadari jika orang melihat wajahnya digambarkan, mereka akan segera meyembahnya kata ketua Departemen Studi Islam Washington University Akbar S Ahmed.

Akbar menjelaskan semasa hidupnya Nabi Muhammad SAW sudah mewanti-wanti agar tidak ada yang melukiskan wajahnya. Menurut Ahmed, hal ini karena Nabi Muhammad SAW tidak ingin dirinya di sembah seperti Tuhan. Dari sikap itu Ahmed melihat kerendahan hati sosok Nabi Muhammad SAW. Meski menjadi Nabi akhir zaman, Muhammad tetap menganggap diri sebagai manusia biasa. Jadi Nabi SAW sendiri yang menentang gambar tersebut dan menegaskan dengan rendah hati bahwa ia hanya seorang pria biasa, ujar Ahmed.

Islam adalah agama yang menekankan tauhid. Didalam islam hanya ada satu Tuhan yang wajib disembah yakni Allah SWT. Oleh karena itu, kata Akbar sangat wajar jika ada kekhawatiran visualisasi Nabi bisa membelokkan ketauhidan seseorang. Lalu, bagaimana hukum memvisualisasikan sosok Nabi Muhammad SAW? Dalam kajian fikih klasik ditemukan dua pandangan berbeda terkait apa sanksi yang harus dijatuhkan kepada non muslim yang memvisualisasikan Rasulullah SAW. Pandangan pertama disampaikan Imam Al-Jashsash dari mazhab Hanafi mereka mengatakan, bila muslim melecehkan Nabinya, ia tidak diampuni dan wajib dibunuh, maka hukuman serupa layak untuk non muslim, seperti Yahudi dan Nasrani.

Begitupun pandangan yang pernah dikemukakan oleh Imam Syafii yang menyebut orang kafir yang merendahkan Al-qur’an dan Muhammad, maka ia dianggap telah merusak kesepakatan bersama dan halal darahnya. Mereka berargumen dengan beberapa dalil Surat At-Taubah ayat 12. “jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang janjinya) agar supaya mereka berhenti.”

Sebuah riwayat Ali bin Abi Thalib dalam sunan Abu Daud juga menguatkan pendapat ini. Saat itu ada kejadian seorang perempuan mencaci maki Rasulullah. Seorang sahabat yang sangat marah pada saat itu mencekik leher pelaku hingga mati. Pendapat kedua justru menilai bahwa hukum menghina Nabi tidak harus sampai dibunuh. Pandangan dari representasi Abu Hanifah at-Tsauri yang merupakan pengikut ahli fikih dari kufah mengatakan pelaku penghina Nabi cukup dijebloskan kedalam penjara atau diasingkan.

Pandangan ini dilandasi dengan riwayat Bukhari dari Aisyah yang mengisyahkan, Rasulullah tidak bersikap keras atas cacian Yahudi. Suatu peristiwa pernah terjadi saat seorang perempuan Yahudi kedapatan memasukkan racun kedalam makanan Rasul. Rasulullah, seperti di nukilkan dari Anas bin Malik menolak membunuh pelaku.

Imam besar masjid di New York, Amerika Serikat, Shamsi Ali meminta umat Islam bisa menahan diri dan emosi. Sebab, menurutnya, aksi kekerasan dengan menembakkan justru akan merugikan citra Islam. Dan itulah yang di inginkan oleh kelompok anti Islam. “Buktikan dengan aksi bahwa Islam agama damai dan kerja sama. Biarkan mereka lelah sendiri mencari celah dan kesalahan Islam, kata Shamsi.

Shamsi percaya, kebenaran tidak akan pernah bertukar. Menurutnya masyarakat Amerika adalah orang-orang rasional tidak mudah diprovokasi. Lambat laun, kata Shamsi,


masyarakat Amerika akan meyadari bagaimana sebenarnya ajaran Islam dan orang-orang muslim.         

Share This Article :
1745663973787222366

Rohana Kuddus Srikandi Islam Wanita Minang Sahabat Pena R.A Kartini

Piamanexplore- Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati hari Kartini. Mengapa Kartini yang lebih dikenang padahal banyak perem...