-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Warisan Budaya Kesenian Tari Alang Suntiang Panghulu Di Agam

Warisan budaya tak benda merupakan warisan budaya yang dapat hilang dengan seiring waktu. Adapun objek-objek dari warisan budaya ini adalah tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional.

Agar objek pemajuan kebudayaan ini tidak punah maka dilakukan pencatatan dan pelestarian terhadap objek kebudayaan itu sendiri. Salah satunya adalah tari alang suntiang panghulu.

Tarian ini merupakan sebuah kesenian yang hampir punah yang berasal dari nagari padang laweh, kabupaten agam, sumbar. Karena hampir punah itulah sebaiknya tetap diangkat agar tetap dapat dikenal oleh masyarakat.

Tari alang suntiang panghulu pada mulanya hanya terdapat di luhak tanah datar, luhak agam dan luhak limapuluh koto. Ketiga luhak tersebut termasuk kedalam luhak nan tigo.

Tari alang suntiang panghulu ini tidak diketahui hingga sekarang siapa penciptanya. Karena tarian ini sudah ada sejak begitu lama. Tarian ini termasuk kedalam tarian yang bersifat ritual, sebbab hanya ditampilkan saat ada acara penobatan panghulu.

Sebagai jenis tarian ritual, pewarisan tarian ini juga dilakukan secara turun temurun. Oleh karena itu tidak semua orang yang dapat mempelajari tarian ini.

Adapun yang dapat mempelajari tarian ini  hanya masyarakat yang berasal dari nagari padang laweh sedangkan masyarakat luar padang laweh tidak dibenarkan untuk mempelajari tarian ini.

Tari alang suntiang panghulu pada mulanya diaminkan oleh dua orang pria yang sudah tua. Kemudian disusul oleh dua orang penari lagi sehingga menjadi empat, enam, delapan hingga nantinya berjumlah dua belas orang. Gerakan tarian ini menggambarkanseekor burung elang yang sedang terbang.

Dengan gambaran yang seperti itu diharapkan penghulu di Minangkabau juga gagah seperti burung elang tersebut. Yang mana dapat mengawasi, menjaga dan menyelamatkan anak kemenakan dan nagari yang akan dipimpin.

Gerakan pada tarian ini juga diadaptasi dari gerakan silat Minagkabau yang terlihat pada saat penari membuat gerakan seolah-olah nurung elang sedang terbang berkeliling untuk mengintai mangsanya. Maka, pada saat ini gerakan silat ditampilkan.

Tari alang suntiang panghulu ini juga dimainkan oleh keponakan dari panghulu yang akan dinobatkan, tarian ini dibawakan oleh delapan hingga dua belas orang penari, yang semuanya berjenis kelamin laki-laki, tidak diperbolehkan perempuan untuk memainkan tarian ini.

Pola gerak tarian alang suntiang panghulu ini diawali dengan salah seorang dari penari yang maju kearah calon penghulu sambil menyerahkan carano yang berisikan sirih dan perlengkapan lainnya. Kemudian barulah perlahan-lahan penari membuat gerakan seperti burung elang yang sedang mengintai mangsa tersebut.

Adapun tempat pelaksanaan tarian ini dahulunya dilakukan diantara tonggak nan ampek dalam sebuah rumah gadang. Namun sekarang ini dikarenakan banyak kondisi rumah gadang yang kurang terpelihara maka biasanya dilakukan diluar ruangan seperti lapangan terbuka atau didalam sebuah gedung pertemuan.

Selama pertunjukan ini juga diiringi oleh musik tradisional Minangkabau. Diantaranya saluang, pupuik baranak, adok, dan talempong jao. Adapun lagu yang mengiringinya seperti pasalaman, tanduk buang, dok sinandong, adau-adau, sikumbang cari, sijndai dan awan bentang.

Pakaian yang digunakan pada saat penampilan tari alang suntiang panghulu ini menggunakan atasan baju, bawahan celana dengan memakai destar berwarna hitam. Seiring berjalannya waktu dan tarian ini juga sering ditampilkan di tengah masyarakat, maka pakaian penari mulai dibuat lebih indah. Ini bertujuan untuk lebih memberikan kesan estetik dalam penampilannya.

Hal tersebut dapat dilihat dari bajunya yang dibuat dengan bahan beludru dengan beraneka warna ditaburi warna emas dibagian depan dan belakangnya. Celananya biasanya menggunakan model gunting enam yang merupakan model khas Minangkabau biasa disebut dengan sarawa lambuak. Selanjutnya menggunakan destar pelangi yang terbuat dari kain yang di tenun dari benang emas.

Selain itu, masing-masing penari menggunakan sebuah kain dan ikat pinggang berjumbai yang dipasang dibagian pinggang para penari yang disebut dengan cawek bajambaw. Hiasan terakhir yang digunakan oleh penari berupa sebuah keris yang disisipkan pada bagian punggung yang di tutupi dengan pakaian selama menari.

Tari alang suntiang panghulu yang mencerminkan kebanggaan bagi seorang panghulu hanya dapat ditampilkan pada saat acara pengangkatan panghulu. Perempuan tidak diperbolehkan untuk mengikuti tarian ini karena tarian ini mencerminkan bagaimana layaknya budaya Minangkabau dalam menjaga seorang perempuan agar tidak terlihat dihadapan calon penghulu.

Selama pertunjukan ini anak perempuan hanya bertugas untuk mempersiapkan hidangan atau jamuan untuk para panghulu dan tamu. Tarian ini sebenarnya sudah mulai terpendam.

Oleh karena itu agar kesenian ini bangkit kembali maka saat sekarang ini tari alang suntiang panghulu sudah banyak diajarkan oleh orang tua kepada pemuda untuk dapat mempelajarinya dan memperluas wilayah persebarannya. Tidak hanya diwilayah luhak nan tigo.

Salah satu bentuk upaya agar dapat melestarikan tarian alang suntiang panghulu ini untuk dapat terus bertahan selain dengan mengajarkannya kepada generasi muda peran dari pemerintah juga diharapkan dapat membuat tarian alang suntiang panghulu ini dapat terus bertahan di zaman modernisasi seperti saat sekaang ini.

#explorebudayaagam padangekspres25,9,22

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...