-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Berburu Durian Koto Gadang Maninjau Nan Legit Nagari Salingka Danau

manunggu durian koto gadang foto Muzakkir fahmi
Pohon durian di wilayah salingka danau maninjau kecamatan tanjung raya kini mulai memasuki musim panen nagari-nagari salingka danau itu memang dikenal menjadi sentra durian di wilayah kabupaten agam.

Salah satu lokasi yang bisa di tuju berburu durian tersebut adalah nagari koto gadang. Nagari ini berjarak sekira 104 km dari kota padang lewat jalan lintas barat sumatera. Jika melewati rute dari kota wisata bukittinggi pecinta durian hanya butuh 8 km perjalanan melintasi jalan padang lua-maninjau.

Mayoritas masyarakat di nagari koto gadang memiliki kebun durian. Beragam jenis durian lokal dengan cita rasa legit dan lezat ada di nagari ini.

Durian yang di tanam masyarakat dinagari ini adalah varietas lokal unggul. Jenisnya beragam dan masing-masing memiliki keunikan dan cita rasa tersendiri yang bisa dipilih sesuai selera.

Adapun jenis durian yang ada di koto gadang yaitu durian taba ciri khasnya berisi tebal. Durian putih ciri nya berwarna putih, durian kunyit isisnya kekuningan dan rasanya lebih pekat, durian timbago rasanya manis dan legit.

Kemudian durian daun kulit dan isinya berwarna hijau seperti daun, durian bukua buahnya berukuran lebih kecil tapi isinya lebih berasa dan baunya lebih menyengat.

Durian ramang dan durian kambuik berukuran besar isinya pun tebal dan lainnya. Secara keseluruhan cita rasa durian yang ada di koto gadang nikmat lezat dan legit. Durian di maninjau khususnya di koto gadang ini, ternama enak sejak dulunya.

Apabila tiba musim panen raya durian dari berbagai penjuru atau daerah penghasil dan ketika masuk durian maninjau biasanya durian lain kalah saing, durian kami disini sangat dicari pedagang sebab laris manis kata dapit salah seorang pekebun durian koto gadang.

Di koto gadang petani tidak dibenarkan menjual durian hasil di panjat melainkan hasil masak jatuh. Ini agar masyarakat yang tidak punya kebun durian juga kebagian sisa durian yang tidak mungkin di tunggu pemilik kebun sampai habis.

Jika kedapatan ada pemilik yang menjual denagn mengambil seluruh buah durian di batangnya, biasanya ada sanksi yang di terimanya. Tetiba akan ada saja orang yang membunuh pohon durian itu.

Saat ini imbuh dapit durian di koto gadang baru memasuki musim buah selip atau buah salek kato urang awak, sementara musim panen raya di prediksi datang pada november 2022 mendatang. Untuk pangsa pasarnya, jelas dia tergantung pedagang yang memesan berasal dari mana.

Selain pasar lokal pangsa pasar durian di nagarinya itu banyak di jual ke luar kabupaten atau kota di sumbar. Termasuk juga banyak di oper ke jambi riau bahkan ke pulau jawa.

menunggu durian jatuh di koto gadang foto nunti amir
Terkait harga di tingkat petani saat ini Rp 12.000 per buah yang di beli langsung dari kebun. Biasanya pedagang memesan lewat masyarakat setempat dan oleh warga hal itu menjadi sumber penghasilan tambahan pula.

Rata-rata pedagang sudah mempunyai link tersendiri di nagari ini untuk membantunya mencarikan durian. Jadi pedagang tinggal beres dan tinggal jemput durian dari rumah. Keuntungan bagi masyarakat yang membantu denagn pandai-pandai membeli kekebun, misal pedagang patok harga perbuah Rp 15.000 di kebun tentu lebih murah paparnya.

Dapti sendiri mengaku punya 2 tumpak kebun durian satun tumpak kepunyaan istri, perkebun berisi paling banyak 50 pohon durian. Adapun musuh berkebun durian adalah di pengaruhi bencana gempa dan kemarau panjang.

Gempa sangat berpengaruh kepada ketahanan putik durian, kalau gempa biasanya putik banyak berguguran dan tidak sempat jadi buah.

Kalau jadi buah rasanya pun jadi berubah kalau pengaruh musim adalah kemarau panjang atau hujan melulu, maka durian jadi tidak berbuah baiknya ada selang-seling panas dan hujan.

Tradisi Malangge Durian         

Disamping punya potensi besar sebagai wilayah penghasil durian nagari koto gadang juga punya tradisi unik mencari durian. Tradisi itu di istilahka dengan malangge, merupakan budaya berbagi yang terus dirawat dan terus dilestarikan masyarakat hingga kini.

Tradisi malangge adalah mencari buah durian dilahan perkebunan masyarakat selama 2 jam. Masyarakat di perbolehkan mencari buah durian pada pukul 04.00 sampai pukul 06.00.

Tradisi malangge ini sudah menjadi kebiasaan turun temurun dimaninjau termasuk di koto gadang setiap kali musim durian datang. Jadi selama 2 jam masyarakat di bolehkan mencari durian ke kebun wlaupun itu bukan miliknya.

Umumnya warga yang melakukan malangge ini merupakan orang yang tidak memliki kebun durian. Buah yang didapat akan mereka makan denagn keluarganya. Sebagian warga malangge ini bahkan juga menjual buah durian yang didapat sesuai harga pasaran.

Tradisi ini untuk kebersamaan antar warga karena bagi mereka yang tidak memliki lahan di perbolehkan untuk mencari buah durian ke lokasi perkebunan milik warga.

Berkah Pedagang Musiman

Ketika musim durian datang menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang musiman saat ini buah durian mulai banyak terlihat di kabupaten agam dan sekitarnya bagi pecinta buah tersebut berburu durian rugi jika di lewatkan.

Edi pedagang durian di jalan lintas barat sumatera t6epatnya di wilayah tiku mengaku saat ini memang mulai musim panen durian. Durian yang dijualnya merupakan hasil panen petani tanjung raya sudah 2 minggu ini saya berjualan alhamdulillah buahnya tahun ini bagus semua.

Selama dua minggu berjualan cukup banyak pembeli ada yang dari pasaman, bukittinggi, pariaman, termasuk dari medan dan riau.

foto pulskull
 #BaburudurianManinjau

  

      

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...