-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

4 Monumen Dan Saksi Sejarah Walikota Padang Bagindo Aziz Chan Gugur Di Tembak Belanda

Piamanexplore.com-Monumen termasuk ke dalam jenis bangunan yang dibuat dengan tujuan untuk memperingati seseorang atau peristiwa bersejarah pada masa lampau.

Monumen sangat terkenal di Indonesia adalah Monumen Nasional atau Monas yang ada di Ibu Kota Jakarta.

Di Padang pun ternyata juga memiliki monumen bersejarah yang didirikan di lokasi terjadinya peristiwa pertempuran melawan Belanda dan sekutunya.

Berikut ini piamanexplore.com telah merangkumnya menjadi satu mengenai monumen paling bersejarah di Padang bersumber dari padangkita.com.

Monumen Bagindo Aziz Chan

Menjadi monumen yang dibangun dengan tujuan untuk mengenang perjuangan Bagindo Aziz Chan yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda pada 19 Juli 1947.

Di tempat inilah, Wali Kota Padang kedua tersebut ditembak oleh tentara Belanda.

Monumen Bagindo Aziz Chan diresmikan oleh Wali Kota Padang Syahrul Ujud pada 19 Juli 1983.

Monumen bersejarah ini berbentuk kepalan tinju yang didirikan di persimpangan Jalan Gajah Mada dan Jalan Jhoni Anwar, Kampung Olo, Nanggalo.

Di sisi lain, perancang monumen paling bersejarah di Padang ini adalah Nasbahry Couto dari jurusan arsitektur Universitas Bung Hatta.

Monumen Pertempuran Pertama

Monumen Pertempuran Pertama berlokasi di taman dekat Jalan Rasuda Said, Rimbo Kaluang.

Monumen ini merupakan patung dua orang yang sedang memegang senjata yang dibangun pada tahun 1987.

Tujuan dibangunnya Monumen Pertempuran Pertama ialah untuk mangenang peristiwa penyerangan markas dan gudang senjata tentara Sekutu di Rimbo Kaluang pada tanggal 21 Februari 1946.

Konsep monumen ini didisain oleh Drs. Amril M.Y. Dt. Garang yang merupakan seorang guru Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Padang.

Monumen Padang Area

Monumen Padang Area merupaka monumen terbesar yang ada di Kota Padang.

Terletak di Simpang Haru, Kota Padang, monumen ini berbentu lidah api menyala. Dengan dihiasi relief yang menceritakan perjuangan rakyat Kota Padang.

Monumen ini dirancang oleh Ibenzani Usman yang merupakan guru besar seni rupa Universitas Negeri Padang (UNP).

Lokasi berdirinya monumen tersebut menjadi tempat pecahnya perlawanan masyarakat sekitar Simpang Haru melawan tentara Sekutu pada Oktober 1945.

Monumen Penyerangan Pasar Banda Buek

Monumen Penyerangan Pasar Banda Buek bertempat di depan Pasar Banda Buek, Lubuk Kilangan.

Di tempat berdirinya monumen ini pernah terjadinya penyerangan pasukan Belanda terhadap masyarakat Banda Buek pada tanggal 18 Januari 1947.

Kala peristiwa tersebut terjadi, pengunjung pasar ini sedang ramai-ramainya. Sehingga setidaknya ada sekitar 50 orang tewas.

Seperti Monumen Pertempuran Pertama di Rimbo Kaluang, konsep monumen ini pun didesain oleh Drs. Amril M.Y. Dt. Garang.

Demikianlah 4 monumen paling bersejarah di Padang yang dibuat untuk mereka yang patut dikenang, salah satunya wali kota Padang kedua yang ditembak oleh tentara Belanda.

 

 

 

Share This Article :
1745663973787222366

Memahami Arti Nama Perkalian 2x11 Enam Lingkung di Kecamatan Padang Pariaman

Piamanexplore- Nama daerah di Indonesia tentu beraneka ragam. Penamaannya seringkali berdasarkan sejarah, adat, budaya, atau ciri khas wilay...