-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Bermalam Di Jejak Kejayaan Minangkabau Rumah Gadang Salo Payakumbuh

foto google maps
piamanexplore.com-Jejak-jejak kejayaan Minangkabau tempo dulu, terbentang di Rumah Gadang Salo, Payakumbuh. Berusia lebih 400 tahun rumah gadang di atas lahan seluas 3.000 meter persegi itu bisa menjadi pilihan bermalam yang nyaman dengan biaya murah, bagi keluarga atau rombongan besar.

Alamat Rumah Gadang Salo

Rumah gadang suko salo pasukuan ampek niniak koto limbukan, terletak di jalan Chatib soelaiman, RT 002/RW 001, kelurahan limbukan, kecamatan payakumbuh selatan. Jarak rumah gadang seluas 1.500 meter persegi ini dengan pusat kota payakumbuh hanya sekitar 6 hingga 7 kilometer. Dapat di tempuh dengan jenis kendaraan apapun.

foto bunda fatir
Menurut Yeni Ghazali, 72 bundo kanduang yang mengurus rumah gadang salo limbukan, rumah gadang ini pada mulanya adalah tempat tinggal keluarga kaum datuak paduko alam.

Sehubungan dengan telah berkembangnya kaum masingt-masing yang telah membentuk rumah secara pribadi, rumah gadang ini lebih di fungsikan sebagai tempat bermusyawarah mufakat, baralek (pesta) anak kemenakan, baralek pangulu, dan prosesi kematian.

Di rumah gadang Salo Limbukan, pernah di adakan prosesi adat yang dihadiri raja negeri sembilan, Malaysia. Selain itu, juga pernah di gelar acara pencak silat se Minangkabau.

foto vitra yeni
Sebelumnya, juga pernah ada prosesi batagak pangulu yang dihadiri daulat yang dipertuan rajo alam pagaruyuang kata Yeni Ghazali.

Fungsi Rumah Gadang Salo

Belakangan ini, menurut Yeni Ghazali fungsi Rumah Gadang Salo Limbukan yang memiliki 36 tonggak asli di perluas menjadi tempat pelatihan adat dan pusat belajar bagi masyarakat Limbukan.

Tidak itu saja rumah gadang yang dilengkapi dengan 6 tonggak barando (beranda) ini juga menjadi tempat menerima tamu dari luar daerah. Sekaligus homestay atau penginapan bagi sobat explore.

Tarif Menginap di Rumah Gadang Salo

Untuk sobat Explore yang ingin bermalam di rumah Gadang Salo Limbukan dengan jumlah besar atau rombongan beranggotakan 35 atau 75 orang, pengelola mematok tarifterbilang murah meriah yakni hanya sebagai Rp 1,5 juta sehari itupun masih bisa negoisasi.

Kalau untuk sobat yang datang dalam jumlah kecil, biaya penginapan di rumah Salo Limbukan bisa disesuaikan kata Yeni Ghazali yang mengelola Rumah Gadang Salo Limbukan bersama putrinya Cut Henilisa Damaya Prima.

Cagar Budaya

Yeni Ghazali Menyebut, Rumah Gadang Salo Limbukan termasuk bangunan cagar budaya yang sudah di tetapkan oleh pemko Payakumbuh. Pada tahun 2019 lalu, Rumah Gadang Salo mendapatkan bantuan perbaikan dari dana revitalisasi desa adat anggaran Kemendibud RI.

sebelum di renovasi
Secara adat, Rumah Gadang Salo Termasuk aset nagari limbukan, tapi secara fisik kini di kelola kaum salo datuak marajo bosa nan putiah.

Karena termasuk aset nagari Rumah Gadang Salo dengan pekarangan luas yang di tumbuhi rerumputan hijau, juga menjadi tempat bagi masyarakat, melaksanakan shalat Idul Fitri, shalat Idul Adha dan berbagai kegiatan Islami.

Usia rumah Gadang Salo Dan Masa Kepemimpinan

Rumah Gadang Salo Limbukan yang memiliki 3 jendela di anjungan depan 4 jendela di ruang tengah dan 3 jendela di masing-masing kamarnya, diyakini sudah berdiri sejak tahun 1617. Jika di hitung usia rumah gadang ini, sudah lebih dari 400 tahun.

Rumah Gadang Salo ini sudah 5 kali kepemimpinan. Mulai dari rajo batengen Datuak Paduko Alam tahun 1617, Rajo Pamenan Datuak Paduko Alam tahun 1829-1900, Ahmad Sahar Dt. Paduko Alam tahun 1901-1941, Syahruddin Datuak Paduko Alam tahun 1941- 2001, dan Edrizal Datuak Paduko Alam tahun 2001 sampai 2007 kata Yeni Ghazali.

Saat ini, pangulu suko salo sedang di gantung atau belum di gantikan karena belum ada penerusnya yang diangkat kembali, “Rencana kami, dalam waktu dekat ini atau beberapa waktu ke depan, akan ada musyawarah,” kata Yeni Ghazali yang merupakan kakak kandung yanuar Ghazali alias An Udo, anggota DPRD payakumbuh.

Benda Peninggalan Rumah Gadang Salo

Menariknya, meski belum ada pangulu yang saat ini memimpin Rumah Gadang Salo Limbukan, namun berbagai peninggalan sejarah masa lalu dapat di temukan di rumah gadang tersebut. Seperti, meriam, gong, pemukul gong dan meja marmer, tiga payung, peti bunian, dulang bakaki, tanduk rusa, cermin hias, dulang menengah, carano tutuik tangkai dasn beraneka piring masa lalu.

berbagai benda peninggalan rumah gadang salo
Seluruh artefak atau peninggalan sejarah yang menyimbolkan kejayaan Minangkabau tempo dulu itu, dapat dilihat masyarakat umum atau sobat yang datang kerumah Gadang Salo Limbukan. Dirumah gadang ini kami juga menyediakan paket makan bajamba untuk wisatawan,” kata Yeni Ghazali.

Menurut Mr Buddy, ketua PHI Sumbar, paket wisata makan bajamba Di Rumah Gadang Salo Limbukan, payakumbuh terbilang menarik bagi wisatawan.

Sebab itu pula PHI ikut mempromosikan paket wisata makan ini kepada rombongan wisatawan yang datang ke Sumatera Barat.

        

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...