-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Obat Tradisional Sebagai Alternatife

foto universitas Muhammaddiyah malang
DI saat obat untuk anak jadi barang yang menakutkan tiba-tiba anak sakit. Tentu ibu-ibu cemas luar biasa. Biasa memberi obat sirup bila anak demam, batuk, flu dan filek, kini tidak bisa lagi. Jelas ibu-ibu kelimpungan.

Jika dibawa ke dokter biasanya diresepkan obat jenis tersebut. Kini tidak lagi. Bahkan disarankan juga untuk menangani anak yang sakit dengan cara tradisional. 

Banyak orangtua yang memilih obat tradisional atau herbal sebagai alternatif. Seperti nenek moyang kita dulu sebelum dunia kedokteran dan farmasi berkembang.

Bila sakit hanya diobati dengan ramuan tradisional. Tak heran di tiap rumah ada tanaman obat yang bisa diambil setiap saat. 

Beragam tanaman berkhasiat obat bisa menyembuhkan berbagai penyakit mulai yang ringan sampai yang berat.

Seperti demam, batuk, hingga terluka, terkilir, patah tulang dan lainnya. Meski dunia kedokteran dan farmasi telah maju dan obat-obat kimia gampang di dapatkan di toko obat dan apotek, menanam tanaman obat terus digalakkan terutama di daerah pinggiran.

Lazim disebut apotek hidup atau toga (tanamam obat keluarga) melalui program PKK atau dasa wisma di tingkat kelurahan. Warga yang punya pekarangan diajak menanam beragam tumbuhan bermanfaat obat.

Sebut saja kembang sepatu, sambiloto, meniran, sirih, tanaman jarak, aneka rimpang seperti temu giring, temu kuning, temu putih, kunyit, jahe, sereh dan lain sebagainya.

Namun dalam perjalanannya tak banyak masyarakat yang meneruskan program tersebut. Apalagi warga yang hidup di zaman serba instan dewasa ini. Malas berlepotan tanah menanam tumbuhan obat. 

Merawat dan menunggu sampai berbulan-bulan hingga bisa dipetik. Lalu diolah atau meramu hingga bisa dikonsumsi atau diaplikasikan ke tubuh.

Dianggap merepotkan dan ribet. Makanya banyak toga akhirnya hanya tinggal kenangan saja. Warga lebih suka membeli obat. 

Beragam obat bebas gampang didapatkan di mana saja. Banyak pilihannya. Padahal obat-obat kimia sebagian ada efek sanpingnya.

Bisa memicu penyakit lain. Salah satunua gangguan pada ginjal. Masyarakat cuek karena efeknya tersebut tidak langsung terasa. Tapi beberapa tahun kemudian. 

Gagal ginjal akut pada anak hanyalah salah satu contoh efek samping obat kimia atau pabrikan.

Tentu banyak obat lain yang ada efek sampingnya. Tinggal menunggu waktu menyerang organ tubuh yang lain. Apalagi kalau digunakan melebihi dosis. 

Karena itu agar aman dan terhindar dari efek samping obat kimia bisa kembali ke obat-obat tradisional warisan nenek moyang kita dulu. Mulailah kembali menanam di pekarangan atau di polybag.

Jika anak demam batuk dan lainnya bisa diberi obat tradisional saja. Tentunya ibu-ibu mesti menggali pengetahuan seputar ramuan tradisional supaya tidak salah penggunaan.

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...