-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

4 Sambal Khas Kuliner Minang Yang Jarang Di Temukan Di Rumah Makan Padang

Piamanexplore.com-Sumbar yang dikenal dengan kuliner lezatnya yang ada di rumah makan padang, ternyata masih menyimpan beberapa kuliner khas lainnya seperti sambalado tanak.

Sambalado tanak sendiri merupakan kuliner khas masyarakat Sumbar yang jarang sekali ditemukan di rumah makan padang baik yang di Sumbar apalagi di luar Sumbar.

Karena, sambalado tanak itu sendiri lebih identik dengan makanan rumahan atau lebih ke makanan tradisi bagi masyarakat Sumbar, terkhususnya yang tinggal di daerah.

Namun selain sambalado tanak, terdapat beberapa kuliner khas tradisi Minang yang ada di Sumbar, namun jarang ditemui di rumah makan Padang.

Dilansir dari harianhaluan.com kami merangkum beberapa makanan khas Sumbar yang lebih tradisional dan jarang ada di rumah makan Padang.

Sambalado Tanak

Nah, untuk kuliner khas yang satu ini tidak diketahui secara pasti dimana daerah asalnya. Namun biasanya makanan yang satu ini sering kita temui apabila kita berada di daerah Luhak Nan Tigo.

Daerah Luhak Nan Tigo itu adalah pusat peradaban dari masyarakat Minangkabau, yakni, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Agam.

Sambalado tanak yang jarang kita temui di rumah makan padang ini, merupakan makanan yang diolah dari bahan-bahan cabe giling, santan kelapa yang telah dimasak, dan campurannya seperti ikan teri, petai/jengkol, telur rebus dan rempah-rempah lainnya.

Untuk proses memasaknya agar lebih nikmat, maka prosesnya sama dengan rendang, yakni dimasak dengan kuali dengan api dari kayu bakar.

Untuk rasanya sangat nikmat dan lezat, namun sambalado tanak ini identik dengan rasanya yang pedas. Semakin pedas maka semakin enak.

Cabai yang digunakan pun bisa cabai merah maupun cabai hijau keriting, atau bisa dicampur dengan cabai kutu atau cabai kecil-kecil agar semakin lebih pedas.

Punju Ikan

Punju ikan, dari namanya saja sudah terdengar sangat asing, sebab makanan ini termasuk salah satu kuliner yang telah lama di Minangkabau dan jarang sekali ada di rumah makan padang.

Sama halnya dengan sambalado tanak, tidak diketahui secara pasti daerah mana asal aslinya makanan ini, namun kita bisa menemukan punju ikan ini di daerah Luhak Nan Tigo di Sumbar.

Salah satu daerah yang pernah diekspos oleh Buletin iNews mengenai punju ikan ini adalah Kampuang sarugo, Koto tinggi Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Punju ikan biasanya disajikan dengan bahan dasar berupa ikan air tawar yang dipadu dengan rempah-rempah seperti cabe dan santan serta beberapa bumbu lainnya.

Khasnya dari punju ikan ini adalah, ia dimasak dengan dibalut daun pisang dan daun talas kemudian dimasukan ke dalam belang dan dibakar menggunakan tungku api.

Wah, aroma saat punju ikan dimasak saja sudah menggambarkan kenikmatannya, begitu juga ketika dimakan.

Biasanya punju ikan ini disajikan dengan aneka lalapan lainnya dan nasi panas, akan terasa nikmat sekali apalagi punju ikan tersebut terasa lebih pedas.

Songgeang Ayam/singgang ayam

foto IDN times
jika di daerah pariaman namanya songgeang ayam, sesuai namanya ayam ini dimasak utuh sajiannya pas sedang menyungging. 

Singgang Ayam merupakan kuliner khas masakan minang yang jarang ditemui baik di rumah masyarakat apalagi di rumah makan padang.

Makanan ini jarang ditemukan sebab biasanya kuliner khas ini hanya ada di acara-acara tertentu seperti pesta pernikahan atau acara-acara lainnya.

Singgang ayam ini terbuat dari perpaduan rempah-rempah yang banyak sekali, seperti bawang dengan segala variannya, jahe, kunyit, lengkuas, cabai rawit , biji pala, cengkeh, bunga lawang, kayu manis, serai, santan dan masih banyak lagi.

Proses masaknya mirip dengan memasak gulai, bisa disajikan dengan kuah gulai yang banyak atau lebih kering. Namun seringkali ditemui di masyarakat dengan kuah yang lebih kering.

Rasanya sangat nikmat dan lezat, bisa pedas atau tidak, namun jika disajikan untuk tamu acara, biasanya dimasak tidak terlalu pedas.

Itulah beberapa kuliner khas sumbar tradisional masyarakat Minangkabau yang jarang ditemui di rumah makan padang.

Pangek Cubadak

Pangek Cubadak adalah makanan khas tradisi masyarakat Situjuah, yang ada di kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar.

Pangek sendiri merupakan gulai yang dimasak hingga kering, sementara cubadak adalah nangka seperti yang terdapat di rumah makan padang.

Namun tampilan dari pangek cubadak ini lebih besar ketimbang gulai nangka yang biasa dijual dan diolah dengan resep atau bumbu yang berbeda serta proses pengolahan yang juga berbeda.

Pangek cubadak terasa lebih gurih dengan rasa yang pedas dan tekstur nangkanya yang lebih lembut. Bumbunya yang betul-betul meresap membuat pangek cubadak terasa lebih nikmat dan lezat.

Jarang sekali rumah makan padang menyediakan menu ini, hanya beberapa rumah makan yang memang menjadikan pangek cubadak sebagai menu andalannya.

Selain itu anda juga bisa mencicipinya dengan datang lansung ke beberapa rumah makan khas pangek cubadak yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota atau Kota Payakumbuh.

Share This Article :
1745663973787222366

Tragedi Besar Kecelakaan Kereta di Minang 1944 Dan Kebaikan Rahmah El Yunusiyah

Piamanexplore -Tragedi kecelakaan kereta api di Lembah Anai pada 25 Desember 1944 ialah tragedi kecelakaan yang terparah di Indonesia pada z...