-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Menara Songket Daya Tarik Ikon Wisata Baru Di Kawasan 1000 Rumah Gadang

foto Adrianto 2022
Piamanexplore.com-Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) sebagai situs budaya dan situs sejarah semakin dilirik wisatawan nasional dan mancanegara.

Ada keindahan dan keunikan dengan sederetan rumah gadang. Menara Songket menjadi ikon terbaru SRG.

Meskipun masuk dalam daftar destinasi wisata unggulan di daerah berjuluk “Sarantau Sasurambi” itu, namun pada saat Idul Fitri 1444 H/2023, wisatawa dibebaskan karcis masuk ke SRG. Pengunjung cukup hanya membayar jasa parkir saja.

Karcis gratis itu bentuk menarik wisatawan untuk datang menikmati keindahan dan keunikan rumah gadang dalam kawasan yang terletak di Nagari Kotobaru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan.

Perkampungan tradisional Minangkabau kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) ini terkenal sejak meraih nominasi Kampung Adat Terpopuler di Indonesia (API) Award pada 2021 lalu.

Disamping memiliki keindahan alam, kawasan ini dilengkapi keberadaan Menara Songket dipinggir sungai batang bangko. Hal itu menambah keindahan alam kawasan SRG sebagai salah satu situs budaya dan situs sejarah daerah Solok Selatan.

Kawasan SRG sangat istimewa karena dengan area seluas 23.6 hektare, di dalamnya terdapat ratusan Rumah Gadang Bagonjong, masjid, surau dan makam yang berumur ratusan tahun.

Ini salah satu situs sejarah yang menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Solok Selatan.

Juga ada puluhan rumah gadang yang dijadikan homestay, atau tempat menginap bagi wisatawan yang ingin betah berlama-lama di Solsel untuk menikmati keberagaman situs sejarah sebagai konsep alam wisata.

Umumnya rumah gadang tersebut dibangun kisaran tahun 1730-an dengan keberadaan rumah adat pun terlihat menumpuk di sebuah perkampungan dan masih asli.

Selain itu ada juga yang telah dikonsep dengan baik oleh Pemerintah Pusat melalui restorasi yang dicanangkan pekerjaan revitalisasi SRG oleh Presiden Joko Widodo pada Hari Pers Nasional pada Februari 2018 lalu, di Padang.

Sekarang sudah selesai dibangun dengan anggaran APBN senilai Rp67,3 miliar. Bukan saja rumah gadang bagonjong yang direvitalisasi untuk mendatangkan tamu wisatawan ke Solok Selatan. Tapi juga dibangun Menara Songket sebagai ikon kawasan SRG.

Dari puncak Menara Songket dengan ketinggian 32 meter, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) RI Alue Dohong saat berkunjung beberapa bulan lalu ke Solsel dibuat takjub.

Sebab di puncak menara itu terlihat keindahan alam dan aura gonjong rumah gadang berjejeran, ditambah di menara terasa hembusan angin sepoi-sepoi. Dengan nilai jual pesona alam yang menawan dan memiliki kekayaan budaya yang unik, termasuk nostalgia Minangkabau saisuak yang ditawarkan SRG.

Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang dan menikmatinya. Bahkan kekhasan dan keunikan rumah gadang dalam kawasan itu, menjadi magnet penggaet para wisatawan untuk datang.

Dengan banyaknya situs budaya, sejarah, religi, wisata alam yang ada di Solok Selatan, termasuk kehadiran Kawasan Saribu Rumah Gadang ini, Kabupaten Solok Selatan dijuluki Pemerintah Provinsi Sumbar dengan istilah “Heart of Minangkabau” lebih akrab disebut jantungnya Ranah Minang.

Daya tariknya bukan sekedar keindahan dan keunikan arsitektur budayanya tapi juga keasrian alam, serta adanya sungai yang membentang luas di kawasan tersebut.

Di dalam kawasan pun terdapat delapan persukuan, yakni suku Melayu, Togo Lareh, Durian, Bariang, Kampai, Sikumbang, dan Koto Kaciak.

Berada di empat kejorongan di Nagari Kotobaru, mulai dari titik jorong Lubukjaya, Kampuang Nalimo, Bariang Kapalokoto, dan Bariang Rao-rao.

Masing-masing suku memiliki rumah gadang kaum. semuanya masih memakai dan menjalankan tradisi budaya Minangkabau tempo dulu. Seperti acara kelahiran dan lainnya.

Kini, kawasan SRG sudah dikenali dunia. Sejak viral sebagai Kampung adat Top Nasional, sampai kini SRG banyak dilirik wisatawan. Terdapat 146 rumah gadang yang kini tersisa 138 unit.

Hingga September 2022 ini dari data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan tercatat jumlah kunjungan wisata dari nusantra ke kawasan Saribu Rumah Gadang sebanyak 53.406 jiwa. (Arditono-Solok Selatan) (Sumber padekjawapos.com)

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...