-->
NGx9MGB7Nap6Nax5MaRbNqN7MmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Enam (6) Daya Tarik Wisata Unggulan Di Sumatera Barat 2022

Pengembangan terhadap 6 DTWU yang ada di 19 kab/kota se-Sumbar merupakan salah satu program unggulan Gubernur dan Wagub Sumbar di sektor pariwisata dimana telah mencanangkan Visit Beautiful West Sumatera 2023.

Penetapan DTWU ini juga bertujuan untuk memotivasi kab/kota agar lebih fokus dalam pengembangan sektor pariwisata daerah karena memiliki keterbatasan anggaran dan sumber daya lainnya, sehingga dapat maksimal mengembangkan sebuah destinasi wisata menjadi lebih representatif dan nantinya dapat mendukung program Visit Beautiful West Sumatera 2023 yang telah dicanangkan oleh Pemprov Sumbar.

Diharapkan dengan adanya penilaian dari tim akademisi enam wisata unggulan ini  diharapkan  kedepan menjadi lebih baik lagi dan menjadi wisata unggulan yang wajib dikunjungi di Sumbar.

Enam Wisata Unggulan Sumatera Barat 2022 Yang Wajib Sobat Kunjungi

 1.      Jam Gadang Bukittinggi

Jam Gadang adalah menara jam yang menjadi penanda Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, Indonesia. Menara jam ini memiliki jam dengan ukuran besar di empat sisinya sehingga dinamakan Jam Gadang, sebutan bahasa Minangkabau yang berarti "jam besar".

Jam Gadang menjadi lokasi peristiwa penting pada masa sekitar kemerdekaan Indonesia, seperti pengibaran bendera merah putih (1945), Demonstrasi Nasi Bungkus (1950), dan pembunuhan 187 orang oleh militer Indonesia atas tuduhan pemberontak (1959).[1][2]

Jam Gadang telah dijadikan sebagai objek wisata dengan diperluasnya taman di sekitarnya. Taman tersebut menjadi ruang interaksi masyarakat baik pada hari kerja maupun pada hari libur. Acara-acara yang sifatnya umum biasanya diselenggarakan di sini.

Sejak didirikan, menara jam ini telah mengalami tiga kali perubahan pada bentuk atapnya. Awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, atap pada Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya. Maksudnya yakni agar orang Kurai, Banuhampu, sampai Sarik Sungai Puar bangun pagi apabila ayam sudah berkokok.[9] (wikipedia)

 2.      Lubuak Nyarai Padang Pariaman

Air terjun lubuak nyarai terletak dipedalaman hutan gamaran jorong gamaran, korong salibutan kecamatan lubuk alung kabupaten padang pariaman sumatra barat indonesia. Mahakarya sang pencipta ini terbentuk secara alami air terjun nyarai yang berasal dari anak sungai nyarai ini jatuh dibawah telaga.

Aliran air diatur seperti bendungan dengan dua batu besar. Pancaran sinar matahari yang menembus dedaunan dan ganggang hijau yang berada disekitar telaga, membuat telaga nyarai semakin eksotis dengan warna hijaunya. Jenis kegiatan yang dilakukan selama ini adalah trekking, yaitu dengan jalan kaki menjelajah hutan gamaran menuju air terjun nyarai. Ada beberapa kegiatan yang bisa anda lakukan disini yaitu camping, bird watching dan spear fishing.

 3.      Pulau Angso Duo Pariaman

Dua mil dilepas pantai pariaman berjejer 4 buah pulau. Pulau-pulau ini adalah pulau tangah, pulau ujuang, pulau kasiak dan pulau angso duo. Mengunjungi pulau angso duo kita akan merasakan sensasi sebagaimana dalam penggambaran sajak Chairil anwar. “di air yang tenang, di angin mendayu, diperasaan penghabisan segala melaju.”

Pulau angso duo, pulau yang paling dekat dengan bibir pantai kota pariaman. Dengan ongkos RP 40.000 perahu motor siap mengantarkan pengunjung untuk menuju pulau ini.

 4.      Kawasan Geopark Harau

Terletak sekitar 145 kilometer dari pusat Kota Padang atau sekitar 15 kilometer dari Kota Payakumbuh, Lembah Harau menawarkan wisata panorama alam yang memikat. Tidak mengherankan jika kawasan ini terkenal tidak hanya di dalam negeri tetapi dikalangan wisatawan asing, terutama para backpacker.

Lembah Harau merupakan wahana wisata alam berupa dataran luas yang dikelilingi bentangan tebing batuan alam. Keindahan panorama Lembah Harau terbentuk oleh tebing terjal di bukit-bukit yang mengelilinginya, seolah seperti dinding raksasa yang mengepung lembah di bawahnya. Dinding mahakarya Sang Pencipta Semesta ini menjulang setinggi kurang lebih 100-500 meter, menciptakan pola bayangan yang menarik untuk disaksikan pada pagi dan sore hari.

Lembah Harau bukan sekadar lembah biasa. Setidaknya ada lima air terjun yang mengalir langsung dari puncak tebing lembah. Meski ukurannya berbeda satu sama lain. Lembah Harau menjadi rumah dari sejumlah air terjun cantik seperti Sarasah Bunta, Sarasah Aka Barayun, Sarasah Talang, Sarasah Aia Luluih, maupun air terjun lainnya. Salah satu air terjunnya, bahkan memiliki tinggi 150 meter.

 5.      Pusat Dokumentasi Dan Informasi Kebudayaan Minangkabau Di Padang Panjang

Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau atau biasa disingkat PDIKM adalah salah satu museum di Sumatra Barat yang terletak di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Museum ini berisikan berbagai macam informasi dan koleksi mengenai kebudayaan Minangkabau baik berupa dokumentasi audio maupun visual. Museum ini dapat diakses dari jalur utama Padang–Bukittinggi, berjarak sekitar lebih kurang dua kilometer dari pusat Kota Padang Panjang.

Kawasan ini terdapat rumah gadang dengan ciri khas tujuh atap gonjong dan empat Rangkiang (lumbung padi). Arsitekturnya bertipe Rumah Gadang Gajah Maharam yang berasal dari Lareh Koto Piliang.

Di dalam Museum Rumah Gadang ini, pengunjung juga bisa melihat berbagai jenis dokumen dan miniatur bangunan didalamnya. Di samping bangunan Museum PDIKM ini terdapat bangunan Balai nan Bapaneh yang biasa digunakan untuk pertunjukan seni.

 6.     Kawasan Equator Bonjol (Kab. Pasaman)

Terdengar dari namanya, Kota Bonjol merupakan tempat kelahiran salah satu pahlawan nasional yang tak lain adalah Tuanku Imam Bonjol. Daerah ini cukup terkenal karena dilintasi garis khatulistiwa atau equator. Taman Wisata Equator berada di tepi jalan raya Bukittinggi, Lubuk Sikaping. Daerah ini masuk ke dalam wilayah Sumatera Lintas Tengah. Titik nol di Kota Bonjol ditandai dengan bangunan bernama Taman Wisata Equator. Di depannya terdapat tulisan, "Anda melintasi khatulistiwa".

Tugu Equator di Kota Bonjol membentuk sebuah bangunan bulat seperti kubah berwarna biru muda, mirip globe. Apa sih keistimewaan daerah yang dilalui Khatulistiwa?

Wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa ternyata memiliki keistimewaan dibandingkan dengan daerah yang jauh dari garis khatulistiwa. Keistimewaan tersebut antara lain :

Seluruh wilayah yang dilalui garis khatulistiwa memiliki iklim tropis. Iklim tropis terletak antara 0° – 23 1/2° LU dan 23 1/2 LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi.

Curah hujan, suhu, dan kelembapan rata-rata harian di wilayah ini tergolong tinggi.

Matahari terus bersinar sepanjang tahun, sehingga berbagai hewan dan tumbuhan dapat hidup di daerah tersebut. Sehingga flora dan fauna di wilayah yang dilalui garis khatulistiwa sangat beragam. (sumber : http://www.astalog.com)

Fenomena Unik Khatulistiwa :

Terdapat fenomena alam yang unik di garis equator ini, yang mana setiap tanggal 20-23 maret dan 21-23 september setiap tahunnya matahari akan sejajar dengan garis khatulistiwa. Pada tanggal tersebut, tepat pada jam 12 siang.

Ada dua kejadian :

Jika kita berada di garis equator maka bayangan kita akan berhimpit dengan badan atau bayangan kita tidak akan terlihat.

Jika kita meletakkan telur di garis khatulistiwa maka telur tersebut pun bisa berdiri tegak.

Secara Science peristiwa tersebut disebut dengan Titik Kulminasi yakni peristiwa dimana matahari tepat  berada di titik nol derajat (garis khatulistiwa). Selain itu, Kulminasi matahari juga menghasilkan gaya gravitasi yang cukup kuat sehingga bisa membuat telur berdiri tegak di titik nol derajat (sumber : http://www.cnnindonesia.com).

Nah, salah satu daerah khatulistiwa yang terdekat adalah Bonjol, Sumatera Barat guys. Betapa beruntungnya kita, ga perlu jauh – jauh keluar negeri, untuk bisa menyaksikan fenomena alam ini.

 

inilah enam destimasi wisata unggulan di sumatera barat yang wajib sobat kunjungi.

 

Share This Article :
1745663973787222366

Asal-Usul Kata Pariwisata Di Indonesia: Menelusuri Sejarah Industri Perjalanan

Piamanexplore- Sekitar awal dasawarsa 1960 an menteri pendidikan dan kebudayaan Dr. Prijono menciptakan kata pariwisata . M enurut kata s...